Kamis, 31 Januari 2013
LADY JOKI DRAG BIKE
LADY JOKI DRAG BIKE
SABRINA Lady Joki SHIT THE GRID Bandung
Tia Eriyanti Lady Joki 201 m From Bekasi
........
...........
Modifikasi yamaha RX-Z drag bike 7,395 Detik
Susunan rasio RX-Z
Setiap kali
turun di Sport Tune-Up s/d 140 cc, RX-Z ini seperti punya jatah bikin
catatan 7,3 detik koma sekian. Baru lalu di Cibinong dapat 7,395 detik.
“Korekan mesin saya tidak rumit, ala 2-tak. Tetapi untuk
menggabungkannya dengan hitungan gigi rasio, itu yang butuh riset lama,”
sebut Widodo, mekanik Abirawa DMC Racing (ADR) asal Bekasi, Jabar.
Maklum, setiap kali grafik mesin membaik, susunan pinion rasio juga berubah. Itu berhubugan dengan power untuk menghela perbandingan, agar enam percepatannya tuntas dalam 201 meter. ADR tidak lewat simulasi dynotest, tapi coba-coba terus di depan rumah. Tentu saja saat keadaan lagi sepi, bukan saat rame. Tapi juga bukan balap liar, loh...
Isi gearbox kecuali gigi lima yang masih pakai standar. Itu pun gigi limanya close, bisa menerima umpan dari gigi 4 dan bisa meneruskan ke top gear alias gigi enam. Pokoknya dengan rpm yang bisa menyentuh 13.500, setiap kali ganti gigi, rpm ngaceng terus. Tidak ada matinya, bro. Kendati habis balap mesin tetap harus dimatikan.
Akan tetapi,
Widodo minta hitungan rasio bikinan MCC di kawasan Batu Ampar, Condet,
Jakarta Timur itu, jangan dibuka semua. Nah, portal ini cukup menghitung
sampai gigi tiga. Yakni, gigi satu 13:24, gigi dua 18:26, gigi tiga
20:24, gigi empat rahasia, gigi lima standar alias 21:20 dan gigi enam
juga rahasia. “Dengan hitungan segitu, mesin nyambung terus sampai
gigi enam,” yakin R. Cholid Teor sang joki yang pernah mengalahkan catatan Honda LS.
MESIN DAN PENGAPIAN
Mesin oke, rangka dicukur
Kecepatan dan akurasi bahan bakar dilayani V-Force 3. Ini katup buluh (reed valve)
modern yang tanpa pembatas bukaannya. Lidah karbonnya sendiri yang
membatasi diri untuk bekerja. Pada 4-tak, alat ini sama dengan tugas
klep.
Kompresi sulit
dihitung karena portal ini meragukan ukuran buretnya. Bisa jadi, dapat
kompresi 5,5:1. “Model lubang buang trapesium yang lebarnya 41 mm,
tinggi 26,5 mm dan hasil buret pada kepala silinder 14 cc dengansquis 15o,” jelas Widodo.
Angka-angka yang disebut Widodo adalah angka yang mengisi penghitungan kompresi. Buret dalam pengukuran kompresi disebut combustion chamber (vc). VC yang harus ada angkanya untuk menambah, membagi kapasitas dan hasilnya kompresi. Sedang tinggi lubang buang pengganti angka stroke atau langkah (s). Ya, sudah...
Dari zaman ke
zaman, kecuali yang pernah dilakukan Benny Djati Utumo soal pengapian
2-tak yang pakai Vortex program. Selebihnya dengan ilmu sembarangan,
paket pengapian YZ85 paling aman. Sama juga dengan RX-Z ini atau
rata-rata yang digunakan pada mesin 2-tak drag bike.
KARBURATOR DAN KENALPOT
Keihin PJ Selunoid berdiameter 38 mm
Kenalpot AHM
Kenalpot yang
indah itu, bukan buatan Cikupa, tetapi produksi Thailand yang memang
pakar bikin kenalpot 2-tak. Disebut pakar, karena sampai berhenti balap
motor 2-tak, Thailand tidak terkalahkan. Kecuali, 4-tak mereka
ampun-ampunan. Mereknya AHM yang berdesain rapi, las-lasannya apik dan
bahannya cantik.

R. Cholid Teor sedang betot RX-Z-nya
Data Modifikasi
Motor : Yamaha RX-Z 1994
Sokbreker depan : Honda Nova Sonic
Sokbreker belakang : YSS
Pelek depan : Excel Asia 1.20 – 17 inci
Pelek belakang : Excel Asia 1.40 – 17 inci
Ban depan : Dunlop 50/90-17
Ban belakang : IRC Eat My Dust 60/90-17
Foot step : variasi
Diposkan oleh
Sumber urip racing factory (SURF
Modifikasi Ninja Drag bike EKO CHODOX Eko Chodox. Cocok dengan kompresi sekarang Pakai piston KDX diameter 66 mm dan langkah piston standar (54,4 mm) Kawasaki Ninja 150 RR dipacu Eko Chodox, dapat 180 cc. Volume ini yang memompa Chodox melompati FFA dragbike, di mana pun event 201 meter dia ikut. Di Pertamina Dragbike (PD) Senayan baru lalu, dicetak 6,971 detik. Katanya sih, catatan begitu sudah pernah dan bahkan lebih kilat. Sesuai data tiga seri PD 2012, catatan itu yang tercepat di event tersebut. Sekali lagi, hanya untuk seri PD. Diameter piston bertambah, ruang silinder membesar yang disebut bore-up.Boleh menampung bahan bakar lebih banyak atau volumetriknya naik. Hasilnya, adalah power. “Pakai piston KDX harus ganti liner, karena standar Ninja tidak boleh dikorter. Penyesuaiannya dikerjakan pisau bubut di bengkel,” kata Muhammad Yusron Supriyanto. Yusron adalah mekanik Kickstart Baitech dari Bandung, Jawa Barat, pengorek Ninja yang dipacu Chodox. Tapi dia keberatan sebut lebih detil soal liner. Itu dapur bengkelnya. Iya, masak sih hanya kenalpot Ninja yang ngebul, dapur benaran harus ikut ngebul juga dong. Bisa diusir istri dari rumah dia, kalau gak berasap-asap. KOMPRESI Kompresi 6,8:1, SuperKIPSS dimatikan Ninja ini memang banyak rahasia. Misteri! Atau memang maniakmotor.comyang kurang gaul, ndak bisa mengorek keterangan. Dasar web baru, katro! Katanya kompresi 6,8:1. Itu sih standar Ninja 150 RR yang disiram bensin. Logikanya dengan bahan bakar bensol di dragbike, kompresi harusnya di atas itu. Toh, kebutuhannya hanya untuk trek lurus. “Saya juga nggak bisa kasih ukuran buret head dan celah atau nat deck clearace kepala silinder. Cuma squis 12ยบ. Lebar lubang buang 42 mm (trapesium) dan tinggi lubang buang 29,9 mm,” tambah Yusron seperti bermatematika. Haha, makin gelap rumus mencari kompresi, seperti cat hitam Ninja si Chodox. Hasil buret dalam pengukuran kompresi disebutcombustion chamber (vc) yang harus ada angkanya. Tinggi lubang buang menyusut 5,1 mm dari standar, bisa jadi kompresi memang segitu. Kan angka stroke dalam kompresi 2-tak ala Jepang, dihitung dari bibir lubang buang (s). “Kompresi segitu, cocok buat saya. Momentum rpm-nya pas. Jika lebih tinggi atau rendah, feeling meleset,” jelas Chodox yang aslinya dari Semarang, Jateng itu. MASUK-KELUAR Karbu PWK Sudco 38 mm Suplain bahan bakar dilayani karbu Keihin PWK Sudco 38 mm. Karbu gambot ini disetting dengan main-jet 175 dan pilot-jet 60. Komposisi itu tidak banyak berubah intervalnya setiap ganti sirkuit. Kecepatan bahan bakar dilayani reed vale V-Force3 bersama rumahnya. Inilah katup buluh tercanggih saat ini yang bekerja efisien lantaran pakai lidah karbon. Ditambahcrank-case atau ruang kruk-as ikut dipadatkan dengan menambal ruang-ruang kosong. Hasilnya kompresi bawah atau kompresi awal lebih kuat. Kenalpot lewat kiri Sudut-sudut lubang inlet semuanya mengarah satu titik pada kepala silinder. Kan itu fungsinyasquis, dia menyambut aliran kabut dari lubang transfer dan bilas. Lalu diantar ke ruang bakar terpusat di kubah head dan saat sama dikompresi piston. Sama dengan pantat silinder dibentuk sisi-sisinya tajam jadi satu arah dengan transfer, bilas dan squis. Semua berhubungan, termasuk kenalpot KDX di Ninja Chodox yang keluar dari kiri. Di mesin dua langkah, 30 persen kinerja mesin ditentukan kenalpot. Untuk penggemar Ninja kebut-kebutan, jelas KDX telah teruji mengolah tubelensi gas buang yang matang dan mentah. Bisa dibayangkan dengan speksifikasi di atas, buka tutup katup Super KIPS, malah jadi penghambat dibanding permintaan ruang bakar. Saat start saja, Chodox butuh di atas 6.000. rpm. “Makanya fungsinya dimatikan. Mubazir,” lanjut Yusron. BAN IRC EAT MY DUST IRC andalan trek lurus Ban IRC Eat My Dust memang lagi populer di kebut lurus. Komponnya pas menerima tenaga yang gila-gilaan di FFA. Di kelas bebas saja mampu meneruskan daya, apalagi di kelas di bawahnya. “Rata-rata belakang menggunakan ban itu. Karena kualitas komponnya bagus dan ukurannya pas,” imbuh Chodox. DATA MODIFIKASI CDI : Standar Ninjaa 150 RR Magnet pengapian : Standar korek (900 gram) Perbandingan gir : 17/35 Sokbreker belakang : Gazi Ban depan : IRC Eat My Dust 50/90-17 Ban belakang : IRC Eat My Dust 60/70-17 Sokbreker belakang : GAZI Diposkan oleh Sumber urip racing factory (SURF)
Modifikasi Ninja Drag bike EKO CHODOX
Eko Chodox. Cocok dengan kompresi sekarang
Diameter piston bertambah, ruang silinder membesar yang disebut bore-up.Boleh menampung bahan bakar lebih banyak atau volumetriknya naik. Hasilnya, adalah power. “Pakai piston KDX harus ganti liner, karena standar Ninja tidak boleh dikorter. Penyesuaiannya dikerjakan pisau bubut di bengkel,” kata Muhammad Yusron Supriyanto.
Yusron adalah mekanik Kickstart Baitech dari Bandung, Jawa Barat, pengorek Ninja yang dipacu Chodox. Tapi
dia keberatan sebut lebih detil soal liner. Itu dapur bengkelnya. Iya,
masak sih hanya kenalpot Ninja yang ngebul, dapur benaran harus ikut
ngebul juga dong. Bisa diusir istri dari rumah dia, kalau gak
berasap-asap.
KOMPRESI
Kompresi 6,8:1, SuperKIPSS dimatikan
“Saya juga nggak bisa kasih ukuran buret head dan celah atau nat deck clearace kepala silinder. Cuma squis 12ยบ.
Lebar lubang buang 42 mm (trapesium) dan tinggi lubang buang 29,9 mm,”
tambah Yusron seperti bermatematika. Haha, makin gelap rumus mencari
kompresi, seperti cat hitam Ninja si Chodox. Hasil buret dalam
pengukuran kompresi disebutcombustion chamber (vc) yang harus ada angkanya.
Tinggi lubang buang menyusut 5,1 mm dari standar, bisa jadi kompresi memang segitu. Kan angka stroke dalam
kompresi 2-tak ala Jepang, dihitung dari bibir lubang buang (s).
“Kompresi segitu, cocok buat saya. Momentum rpm-nya pas. Jika lebih
tinggi atau rendah, feeling meleset,” jelas Chodox yang aslinya dari Semarang, Jateng itu.
MASUK-KELUAR
Karbu PWK Sudco 38 mm
Kecepatan bahan bakar dilayani reed vale V-Force3 bersama rumahnya. Inilah katup buluh tercanggih saat ini yang bekerja efisien lantaran pakai lidah karbon. Ditambahcrank-case atau ruang kruk-as ikut dipadatkan dengan menambal ruang-ruang kosong. Hasilnya kompresi bawah atau kompresi awal lebih kuat.
Kenalpot lewat kiri
Semua berhubungan, termasuk kenalpot KDX di Ninja Chodox yang keluar dari kiri. Di mesin dua langkah,
30 persen kinerja mesin ditentukan kenalpot. Untuk penggemar Ninja
kebut-kebutan, jelas KDX telah teruji mengolah tubelensi gas buang yang
matang dan mentah.
Bisa dibayangkan dengan speksifikasi di atas, buka tutup katup Super KIPS,
malah jadi penghambat dibanding permintaan ruang bakar. Saat start
saja, Chodox butuh di atas 6.000. rpm. “Makanya fungsinya dimatikan. Mubazir,” lanjut Yusron.
BAN IRC EAT MY DUST
IRC andalan trek lurus
DATA MODIFIKASI
CDI : Standar Ninjaa 150 RR
Magnet pengapian : Standar korek (900 gram)
Perbandingan gir : 17/35
Sokbreker belakang : Gazi
Ban depan : IRC Eat My Dust 50/90-17
Ban belakang : IRC Eat My Dust 60/70-17
Sokbreker belakang : GAZI
Eko Chodox. Cocok dengan kompresi sekarang
Diameter piston bertambah, ruang silinder membesar yang disebut bore-up.Boleh menampung bahan bakar lebih banyak atau volumetriknya naik. Hasilnya, adalah power. “Pakai piston KDX harus ganti liner, karena standar Ninja tidak boleh dikorter. Penyesuaiannya dikerjakan pisau bubut di bengkel,” kata Muhammad Yusron Supriyanto.
Yusron adalah mekanik Kickstart Baitech dari Bandung, Jawa Barat, pengorek Ninja yang dipacu Chodox. Tapi
dia keberatan sebut lebih detil soal liner. Itu dapur bengkelnya. Iya,
masak sih hanya kenalpot Ninja yang ngebul, dapur benaran harus ikut
ngebul juga dong. Bisa diusir istri dari rumah dia, kalau gak
berasap-asap.
KOMPRESI
Kompresi 6,8:1, SuperKIPSS dimatikan
“Saya juga nggak bisa kasih ukuran buret head dan celah atau nat deck clearace kepala silinder. Cuma squis 12ยบ.
Lebar lubang buang 42 mm (trapesium) dan tinggi lubang buang 29,9 mm,”
tambah Yusron seperti bermatematika. Haha, makin gelap rumus mencari
kompresi, seperti cat hitam Ninja si Chodox. Hasil buret dalam
pengukuran kompresi disebutcombustion chamber (vc) yang harus ada angkanya.
Tinggi lubang buang menyusut 5,1 mm dari standar, bisa jadi kompresi memang segitu. Kan angka stroke dalam
kompresi 2-tak ala Jepang, dihitung dari bibir lubang buang (s).
“Kompresi segitu, cocok buat saya. Momentum rpm-nya pas. Jika lebih
tinggi atau rendah, feeling meleset,” jelas Chodox yang aslinya dari Semarang, Jateng itu.
MASUK-KELUAR
Karbu PWK Sudco 38 mm
Kecepatan bahan bakar dilayani reed vale V-Force3 bersama rumahnya. Inilah katup buluh tercanggih saat ini yang bekerja efisien lantaran pakai lidah karbon. Ditambahcrank-case atau ruang kruk-as ikut dipadatkan dengan menambal ruang-ruang kosong. Hasilnya kompresi bawah atau kompresi awal lebih kuat.
Kenalpot lewat kiri
Semua berhubungan, termasuk kenalpot KDX di Ninja Chodox yang keluar dari kiri. Di mesin dua langkah,
30 persen kinerja mesin ditentukan kenalpot. Untuk penggemar Ninja
kebut-kebutan, jelas KDX telah teruji mengolah tubelensi gas buang yang
matang dan mentah.
Bisa dibayangkan dengan speksifikasi di atas, buka tutup katup Super KIPS,
malah jadi penghambat dibanding permintaan ruang bakar. Saat start
saja, Chodox butuh di atas 6.000. rpm. “Makanya fungsinya dimatikan. Mubazir,” lanjut Yusron.
BAN IRC EAT MY DUST
IRC andalan trek lurus
DATA MODIFIKASI
CDI : Standar Ninjaa 150 RR
Magnet pengapian : Standar korek (900 gram)
Perbandingan gir : 17/35
Sokbreker belakang : Gazi
Ban depan : IRC Eat My Dust 50/90-17
Ban belakang : IRC Eat My Dust 60/70-17
Sokbreker belakang : GAZI
Modifikasi Yamaha Mio 300cc,TOMO SPEED
Kamis, 18 Oktober 2012
Modifikasi Yamaha Mio 300cc,TOMO SPEED
Cbiet dan Ayib, ankat motornya
Langkah
toraknya 86 mm atau menjauh 30 mm dari standar. Diameter piston 66 mm,
melar 16 mm dari aslinya. Jelas letupan ruang bakar tiga kali lebih
besar dari yang dijual tunai dan kredit di dealer.
Bahan bakar yang masuk ke ruang silinder jadi 294 cc, dalam rumus
kapasitas dibulatkan jadi 300 cc. Kan sebelumnya cuma 110 cc bro.
Setang K125, langkahnya 86 mm
Piston 66 mm
Simpul ilmu
Thailand menaikkan kapasitas itu, lebih mengutamakan torak, ketimbang
diameter sumur silinder. Torsi yang dikejar dalam menggapai 201 meter,
bukan putaran yang tinggi. Dalam ilmu mesin balap disebut long stroke, yang ini lebih long lagi. Dalam Ilmu analisa kira-kira, cara itu lebih aman. Andai yang dipilih overbore (diameter silinder lebih besar), jeroan lain nggak kuku.
Overbore butuh
rpm tinggi untuk mendapatkan torsi. Itu motor rontok duluan akibat
kelebihan putaran, baru semburkan tenaga. Trus, selangkangan jokinya
geli-geli basah duluan akibat getaran yang tinggi. Dengan long stroke,
komponen lebih aman dan tenaga cepat didapat, itu maksudnya durability, bro.
Makanya dipilih langkah torak 86 tadi yang bukan maksudnya siaaaap..! 86
di rojer, ganti? “Setang pistonnya dari 2-tak, mereknya K125. Saya
tidak tahu dari motor apa. Tapi kalau diukur dari TMA ke TMB, ya 86 mm
itu. Bloknya saja diganjal 3,8 cm,” jelas Utomo.
Ganjal paking almu 3,8 cm
Kem yang pasti sudah bertelur, maksudnya dijiplak
Pendeknya, pembesaran ruang bakar mengutamakan langkah. Kata orang pintar, volumetriknya dapat dengan komposisi begitu. Ya, nggak dapat
semuanya sih. Sebab, ideal volumetrik adalah 80 persen, itu sudah
bagus. Berarti 240 cc bahan bakar yang masuk ke ruang silinder
dituntaskan piston LHK Forged yang 66 mm tadi. Belum lagi piston yang
super ringan ini. Yang ini nanti edisi lain saja ditulis. Walah, ini
bukan tabloid pak, tapi online. Iya, lupa...
MASUK-KELUAR
Karbu yang direamer ulang jadi 30 mm
Kenalpot Thailand
Dari tangki yang ringan ini, energi Mio dimulai
Kedua klep ini diperintah kem atau noken-as yang katanya 2720 . Ruarr biasa, itu kem sangat singkat menutupnya. Berarti, membukanya laaaaaama sekali
yang memberi peluang bahan bakar 300 cc masuk ke ruang bakar. “Asli itu
angkanya, sudah diukur dan cek ulang pada ahli-ahli kem di Indonesia,”
jelas Utomo dengan mimik yang sangat serius.
SERBA RINGAN
Sokbreker yang sanggup disetting rigid
Per CVT LHK
Umumnya kuda besi karapan, dibutuhkan suspensi yang rigid (kaku).
Untung dua sokbreker depan dan belakang mampu diseting Tomo Speed
dengan bagus. Sokbrekernya juga mendukung. Depan pakai teleskopik Honda
Sonic dan belakang pakai YSS produk TDR atau Mitra 2000. Itu klik YSS
pengatur bounddan rebound atau kompresi memanjang dan memendek, minta yang paling tinggi alias keras sesuai rigidnya karapan motor.
| Data modifikasi | |||||
| LSA (lobe separation angle) | : 1010 | ||||
| Pengapian | : Yamaha Fino | ||||
| Busi | : NGK | ||||
| Kompresi | : 1:13,4 | ||||
| Klep | : SPS | ||||
| Kenalpot | : Tomeco | ||||
| Per CVT | : LHK | ||||
| Roler | : LHK 8 gram | ||||
| Belt | : Stadar Mio | ||||
| Sokbreker depan | : Honda Sonic | ||||
| Sokbreker belakang | : YSS | ||||
| Selongsong gas | : Yamaha TZM | ||||
| Pelek depan | : TDR 1.20-17 | ||||
| Pelek belakang | : TDR 1.60-17 | ||||
| Ban depan | : Camel 45/90-17 | ||||
| Ban belakang | : IRC Eat My Dust 60/80-17 | ||||
| Workshop TSS |
: Tomo Speed Shop, Jl. Bendungan jago Raya
No. 6-7, Kemayoran, Jakpus tlp 021-93527958
| ||||
Langganan:
Postingan (Atom)




