Kamis, 31 Januari 2013

Modifikasi Suzuki Satria FU150 Drag Bike

Modifikasi Suzuki Satria FU150 Drag Bike



Tim Tebu, tapi motretnya latar belakang pohon pisang, hahaha...

Salut, bisa hidup di dua alam, tapi bukan amfibi apalagi alam baka. Ini Suzuki Satria FU milik Tim Tebu Balap dari Jember, Jawa Timur  yang juara Surya 12 Dragbike Championship (S12DC) Lumajang, Jawa Timur di kelasnya. Iya, dua kelas berbeda 2-tak dan 4-tak. Yup..tim yang disponsori H.Marzuki wakil ketua DPRD Jember ini, juara di bebek standar 4-tak 150 cc lokal dan bebek 2-tak 116 cc
Wah jadi bingung, apa maksudnya reporter baru from Suroboyo iki? Mana ada FU yang 4-tak ikutan di 2-tak. Lacak punya lacak, ternyata doski mengirim dua naskah modif dragbike, satunya FU yang satunya lagi Yamaha F1-ZRItu yang dimaksud dua alam tadi, karena dua-duanya juara. Supaya tidak bingung seperti reporter itu, ceritanya FU 150 dulu. GS 
PiICK-UP COIL DIPAPAS 

Magnet standar
Kelas Bebek Standar 150 cc, persis OMR Suzuki Satria FUPesertanya pake FU semuaRegulasinya membatasi pergantian part racingSo mekanik gak bisa main ganti-buang seenaknya. Makanya, pengapian diramu lewat manipulasi limiternya yang tepat. Waktu maen  di Lumajang, FU ini g tercepat. Time-nya 9,743 detik dikebut Munir Junior dan digeber Dedi Kenceng 10,181 detik. Kenceng kok, malah lebih pelan dari Munir. 
“Saya pemilik tim Tim Tebu!” seru Kenceng. Iya pak, kenceng, walau pelan. Hehehe, katanya, spek motor sama dengan peserta lain. Cuma limeternya dimainkan secara konvensional. Zaman sekarang kan sudap pada pake mapping. Tinggal tombol-tombol saja yang digeser-geser untuk memaju mundur pengapian tersebut. 
Yang ini, pick-up coil  diutak-atik biar limit rpm lebih panjang. Lilitan pengirim sinyal ke CDI itu dipotong 2 mm pada bagian depan. Itu tanpa mengorbankan bobot 

Metal dan dua kem, sikit dilibas
magnet yang dibaca pick-up.  Hhmm…pantesan saat di Lumajang, perpindahan tiap gigi gak ada mbrebetnya
Pengapian yang lebih maju itu, cocoknya memercik kompresi yang dipadatkan sampai 13,5:1. Perbandingan itu didapat setelah memangkas kepala silinder 2 mm. Tentu saja dipangkas dengan pisau bubut, bukan gergaji, apalagi golok. Kalau yang terakhir itu  khusus memangkas tebu yang jadi nama tim FU ini.   
Sandra Halet selaku koki mesin bercerita dengan logad Jowo Timur yang kental. Katanya, pemangkasan 2 mm termasuk banyak. Untuk itu, harus mengatur ulang desain ruang kepala silinder bersama piston. Jika tidak, “Isi dalam head berubah jadi tebu pahit,” canda Sandra yang bermarkas di desa Paleran - Umbulsari Jember, Jatim itu.
Hahaha, bapak bisa melawak juga. Lanjut ah, kompresi dan pengapian tanpa diumpan bahan bakar, jelas akan tandus. Suplai bahan bakar pada 4- tak ditentukan desain kem atau noken-as 

Korek terus
alias poros bubungan. Sementara, kelas ini dilarang ganti. Yang ada boleh ‘merusak’ dua kem FU dan kemabli diperbaiki  sudut-sudut (lobe) kem. Tujuannya maksimal mengangkat klep lama-lama memberi kesempatan pada bahan bakar masuk dan secepatnya tertutup. 
 Langsung saja Mas Sandra membawa dua noken-as ke tukang bubut.“Noken dibubut 2 mm untuk klep minyak dan api,” imbuh Sandra yang maksudnya untuk in dan ex. In pada zaman Belanda disebut jalur bensin dan ex adalah api. Tetapi, Sandra berubah jadi seperti orang triping, ketika ditanya hasil akhir derajat kem. Maksudnya, doski geleng kepala, tidak mengerti soal derajat. Yang penting hasilnya juara.
DATA MODIFIKASI SATRIA FU 150
Piston                                     : Standart Satria F modif
Klep dan Per                         : Standart Satria F
Magnet                                   : Standar
Kampas kopling                   : Asli
Per kopling                            : Suzuki Smash
Karbu                                     : Standar korek
Main-jet                                  : 130
Pilot-jet                                   : 25
Reduksi akhir                       : 13-44
Knalpot                                  : Standar modif
Pelek dan ban depan         : 1.20-17 ban Swallow
Pelek dan ban belakang    : 1.60-17 ban Eat my dust


0 komentar:

Poskan Komentar