Kamis, 31 Januari 2013

Kawasaki Ninja ’08 Banyuwangi Super Kips Membuka Penuh 7,2 Detik

Kawasaki Ninja ’08 Banyuwangi Super Kips Membuka Penuh 7,2 Detik


Next Rascals Generation, itu nama baru penerus tim Green Boys, Banyuwangi yang dikomando oleh Alex PLN. Dia ini penguasa zona wilayah timur Jatim, untuk urusan arena karapan liar sekaligus drag resmi. Di tahun 2010, Alex mulai bangun lagi dari tidur panjangnya di arena karapan. Gacoan terbarunya dipilih dari Ninja lansiran 08.
Tipikal mesinnya kali ini pun tak main-main, full kompetisi dan ekstrem. Coba saja, blok silinder diaplikasi milik KRR-150 yang dilengkapi dengan tekhnologi Super Kips. 
Sedianya extra port dan katup buang yang ada di super Kips juga dimanfaatkan sebagai pengatur terbuangnya gas sisa pembakaran, oleh Alex dijadikan kiblat konsep korekan.
 

Sebab, katup Super Kips dibuka penuh dan dibuat paten. Tuas serta cam sentrifugal dalam gigi primer dilepas.
 

Kondisi mesin demikian ini, siklus gas buang lebih cepat terbuang. Dari sini Alex memainkan peranan part racing dan meramu korekan. Dengan demikian debit gas segar dan rpm mesti ditingkatkan.
 

Suplai gas segarnya dipercayakan Mikuni TM 34 mm. So, plendes dudukan joint karbu dan rumah membran mesti dibuat ulang dari diral. “Dimanfaatkan sebagai pengatur sudut venturi karbu agar lebih menukik,” terang Alex yang mengklaim Ninja korekannya mampu menembus 7,2 detik di 201 meter.
 

Di sektor reed valve atau membrannya, Alex mempercayakan produk V-Force III aktif. Dan diteruskan polesan intake manifold, sesuai dengan kontur orsinya. Porting dalam blok silinder juga turut dibenahi, untuk memaksimalkan suplai gas segar.
 
Lubang bilas didesain mengerucut, besar dibawah dan diatas standar. Lewat remeran lubang bilas bagian bawah keliling 3,5 mm, makin ke dalam lebih tipis yang digerus bor tune.
 

Sementara tinggi lubang transfer dinaikkan 2,5 mm, untuk memperlama bukaan lubang transfer tertutup piston, saat mensuplai gas segar ke silinder. Kala dikompresikan pada silinder cop yang memiliki perbandingan kompresi 13,5 : 1.
 

Konsekuensi angka perbandingan kompresi ini diperhitungkan sesuai dengan tipikal lubang buang yang makin besar.
 

“Itu saja mesti diimbangi pengapian spesial engine YZ-125 versi 07, ” yakin Alex. Jadi power produktif yang dicapai dengan kondisi korekan saat ini, dapatnya cuman diatas. Sehingga jilatan api busi, klop nya disulut dengan program CDI assy YZ-125.
 

Untuk mempertahankan torsi mesin di rpm tinggi juga penting, kalau meninjau kontur lubang buang dan extra port yang tak kini dibendung katup Super Kips. Pasal itu, fly wheel gigi primer Alex mematok dengan bobot 600 gram.
 

Diteruskan pemakaian knalpot Scorpion bertipikal mampat dilevel top speed. “Ciri khas bisa dilihat pada sudut tajam leher knalpot sebelum ke diffuser,” tunjuknya.

Nah dari tipikal mesin yang optimal di gasingan tinggi ini, gigi rasio 3 diriset ulang. Dari standarnya 26-20, dijadikan 26-19. “Agar power dan speed yang keluar dari gigi 2, saat dioper ke 3 nggak ngedrop duluan. Jadi sifatnya langung mengkail power dan rpm naik lembut, ” terangnya berapi-api.


SPESIFIKASI
 
Pengapian: Special engine YZ-125; Karbu : Mikuni TM 34 mm; Knalpot : Model Scorpion Handmade;  Membran : V-Force III; Fly wheel: 600 gram; Gigi rasio : 3(26-19); Blok silinder: Kawasaki KRR-150 with super kips

0 komentar:

Poskan Komentar