Selasa, 05 Februari 2013

YAMAHA F1ZR, MOTOR DRAG BIKE TIGA ARENA!


MODIFIKASI YAMAHA F1ZR, MOTOR DRAG BIKE TIGA ARENA!




 ManiakMotor - Bro! Ke Jogja pernah makan soto Kadipiro, nggak? Pasti belum! Penganan satu ini meski tak kalah nikmat, tidak sekondang gudheg. Sama dengan Creampie Racing Team. Bukan tim besar, jarang dengar. Tapi, setelah F1-ZR milik Jerry Hendra alias Rio tembus 7,9 detik di drag bike Gresik lalu, tim dan motor ini jadi pembicaraan. Penggemar kebut lurus penasaran, bukan karena kencangnya, tapi karena makanannya. Cerita makanan atau motor, nih? E, eh, brosist bila tak ketinggalan soal modif seperti ini ya jempol saja fan page maniakmotor.  Kyai Pradah
RAMUAN NDESO

Di luar karburator Mikuni Sudco 34, reed valve V Force 3 dan perangkat pengapian YZ 125, motor berkelir putih ini sangat sederhana. Yah seperti soto Kadipuro yang cuma berisi perkedel, karena ayamnya dimakan terpisah. Soal rasa, lain cerita.  Power enggak bohong. Di-dyno tembus 35 dk lebih pada 13.508 rpm! Artinya, kokinya dengan bumbu senderhana, tetapi kenikmatannya pas. Mari disimak.


KEPALA SILINDER

Riset kepala silinder terbilang cukup lama. Padahal mesin 2-tak nggak rumit-rumit amat. “Ternyata dengan perbandingan kompresi sama, tetapi bubutanhead beda, hasilnya juga lain,” kata Kosmiyanto sang mekanik.
Alasannya, tidak semua pisau bubut akan mengerjakan dengan sempurna permintaan mekanik. Ya, jangankan pisau bubut, cetakan pabrik saja, punya nilai toleransi kesalahan. Pabrik juga tidak menjamin 100 persen presisi. Apalag pisau bubut yang mereknya macam-macam, juga orang yang pegang alatnya punya kemampuan berbeda?
Menurut C-Plex  - panggilannya - kepala silinder F1ZR standar, paling pas dibubut 3,5 mm. Lalu dibikin squis 150 selebar 8 mm dengan volume ruang 10,8 cc. “Tapi ingat, meski volume sama 10,8 cc tapi kalau bubutannya beda, hasilnya beda. Itu pintar-pintar mekanik menyesuaikan dengan setingan yang lain,” tutur C-Plex  yang mengganjal ulang pantat blok agar piston tidak kejeduk kepala silinder.

SILINDER BLOK

Soal ini agak ekstrem. Pertama silinder dikorek lubang buangnya. Jarak lubang buang dari bibir silinder jadi 25,5 mm. “Lalu bibir silinder 'dicolek' lagi 0,8 mm,” lanjut pria berkacamata minus itu.
C-Plex sangat hati-hati mengorek lubang buang. Lebar dibikin 40 mm, sedang jarak terlebar dan tertinggi dibikin 5 mm. Jadi hasilnya mirip celana dalam kalau dilihat dari belakang. Asal bukan yang model bikini. Lubang transfer dan bilas diangkat hingga 39 mm dari jarak awal bibir silinder 42,5 mm.


TAMBAL CRANKCASE DAN KNALPOT SPESIAL

Harusnya, ramuan silinder seperti itu susah banget bawanya. Salah ngeset rpm waktu start dijamin ngook! Kenyataanya enggak begitu.  Resepnya, memadatkan kompresi primer. “Areacrank case ditambal plastic seal, reaksi mesin jadi spontan,” tambah pebengkel di  Sorogenen, Kalasan, Yogyakarta itu.
Selain itu, hitungan knalpot juga sangat presisi. “Diameter pipa saringan knalpotnya dikecilin lagi. Dari awal 22 mm sekarang 20 mm,” ujar Thonto dari Creampie Exhaust yang kebagian riset knalpot tanpa menyebut volume keseluruhan kenalpot.
Creampie dipercaya karena hitungannya matang berdasar buku Two Stroke Engine Tuning bikinan Graham Bell. Selain itu, pengrajin knalpot di Jln. Wonosari itu juga mampu menganalisa mesin dengan kebutuhan knalpotnya. “Mesin kurang bagaimana, knalpotnya bisa disesuaikan. Di 2-tak, kenalpot berperan 30 persen.”


Spesifikasi:
Karburator       : Mikuni Sudco 34
Main jet           : 280
Pilot jet            : 40
Reedvalve       : VForce 3
Kampas kopling : Suzuki FR
Pengapian        : YZ 125
Rasio               : 1 (14/28), 2 (18/26), 3 (20/24), 4 (22/23)
Laher bandul   : FAG C4 6205

Setting Klep Yamaha New Vega R

Cara Setting Klep Yamaha New Vega R

Indonesia Drag - Tarikan motor sangat berpengaruh dengan setelan klepnya, jika tepat akan didapat tarikan optimal begitu juga dengan pembakaran bensinnya, jika tidak tentu akan mengalami masalah-masalah seperti tarikan tersendat, akselerasi lambat dan top speed yang tidak seharusnya. Sekarang mari kita stel klep motor kita sesuai standar pabrik dari Yamaha, sekaligus sedikit perubahan agar tarikan lebih dashyat.

Kunci-kunci yang dibutuhkan:
  1. Kunci T ukuran 17
  2. Kunci Ring ukuran 8
  3. Kunci ukuran 24
  4. Tang
  5. Coin 500, ring baut besar untuk membuka baut gearbox
  6. Filler gauge
  7. Penahan mur klep


Pertama-tama kita buka dulu dua buah baut plastik yang terletak disebelah kiri girboks motor Vega R atau Jupiter Z. Yang kecil buka dengan koin 500 rupiah, yang besar buka dengan ring baut ukuran besar yang bisa dibeli dibengkel-bengkel motor. Stelah terbuka siapkan kunci T ukuran 17.

Putar baut yang ada didalam girboks berlawanan dengan putaran jarum jam, rasakan torsinya ketika diputar. Tandanya adalah ada rasa berat, setelah putaran ada rasa berat putar secara perlahan dan pastikan tanda TOP pada lubang kecil yang tadi kita buka tepat pada posisinya, jika kelewatan atau salah, putar lagi kearah berlawanan putaran jarum jam, gunanya untuk memberikan ruang yang tepat bagi klep untuk distel.

Setelah itu jangan diutak-atik lagi biarkan pada posisinya, jangan memutar ban belakang. Kemudian buka tutup klep dengan kunci 24 yang sudah disediakan maka akan terlihat klep yang biasa diutak-atik oleh mekanik dibengkel resmi. Kini kita akan mencoba menyetelnya sendiri. Siapkan Filler gauge, kunci ring 8 dan penahan baut klep.

Kendorkan dahulu baut klep dengan kunci ring 8 setelah itu masukkan filler gauge ukuran 0,05 lalu putar baut klep dengan kuncinya hingga terasa menekan filler, dan coba tarik-tarik filler, jangan sampai terlalu kencang. Maka kita sudah dapatkan ukuran klep sebesar 0,05 tapi kita akan menyetelnya dengan ukuran standar pabrik yaitu antara 0,07 hingga 0,09 yang biasa saya pakai adalah 0,08 Karena tidak ada ukuran 0,8 pada filler yang biasa dijual kita terpaksa melakukannya dengan feeling saja. kendorkan sedikit setelan tadi. dan coba masukkan filler ukuran 0,10 jika tidak dapat masuk maka insya Allah udah dapat ukuran 0,08 atau 0,09 gunakan feeling anda untuk mengira-ngiranya dan jika jika filler ukuran 0,05 terasa sedikit kendor dan yang ukuran 0,10 tidak dapat masuk. Maka hasilnya sudah didapatkan sebesar 0,07 - 0,09. Setelah itu kencangkan lagi dengan menahan baut klep dahulu sambil mengencangkan mur ukuran 8 tersebut hinga mengunci dan coba ulangi lagi, jika berubah ulangi lagi.

Untuk klep keluar pastikan ukurannya lebih lebar 0,01 dari klep masuk. saran saya jangan lebih dari 0,1 untuk mendapatkan suara yang tidak berisik dan tarikan yang bagus. Serta tarikan atas yang tidak terlambat, karena klep buang yang terlalu renggang dapat membuat tarikan atas loyo. Lagian kalau terlalu lebar klep buangnya justru akan membuat tarikan atas loyo namun akselerasi cepat.

Yang terbaik setelan klep adalah 0,07-0,08 untuk klep masuk dan 0,08-0,09 untuk klep keluar.

Setelah itu pasang lagi semuanya sesuai kondisi semula, pastikan semua terpasang dengan kencang dan tepat. Kemudian sesuaikan setingan gas karburator dengan setelan klep. Putar grip gas setengah atau seperempat putaran kemudian putar setelan gas karburator dengan arah berlawanan putaran jarum jam sebesar antara 1 - 2 putaran kekiri. Setingan yang tepat akan didapatkan ketika suara motor terasa terus naik ketika grip gas ditahan. pada ukuran tertentu. Caranya coba putar kearah berlawanan jarum jam setelah putaran gas karburator mentok dan gas motor hingga seperempat kemudian tahan, dan rasakan hingga suara gas terus naik, kemudian jika terasa turun maka setingan sudah didapat, tinggal putar sedikit kearah kanan pada lengkingan suara yang paling tinggi tadi.


Ban no 1 eat my dust

Rahasia Ban Drag Lebih Menyatu Dengan Aspal

Indonesia Drag - Balap adu urus ini adalah balap yang mengandalkan kecepatan untuk menembus catatan waktu terbaik, namun tidak hanya mesin dan jokinya saja yang berpengaruh, ban juga menjadi salah satu bagian yang sangat penting karena apabila terjadi selip saat melakukan start dapat berakibat terbuangnya waktu. Coba saja tengok catatan waktu yang didapat antara pemenang pertama dan kedua, bisa jadi selisih waktunya hingga seperseratus detik.

Bagaimana cara memaksimalkan ban drag tersebut? Ban yang melakukan perputaranlah yang harus diperhatikan karena ban tersebut sebagai tumpuan lajunya kendaraan. Semakin lengketnya ban dengan aspal semakin sedikit pula waktu terbuang.

Untuk motor, ban IRC Eat My Dust kabarnya adalah ban yang terbaik untuk dipakai di bagian belakang karena lebih banyak bagian yang menapak dapat mengurangi selip pada saat start. Namun tidaklah cukup hanya mengandalkan ban IRC ini, ban juga harus ditunjang dengan beberapa hal agar lebih melekat pada aspal.

Di dunia balap ada sebuah alat bernama Tire Warmer yang berfungsi sebagai pemanas ban agar suhu ban tetap stabil, alat ini cukup membantu agar permukaan ban tetap lembek. Selain itu, melumuri permukaan ban dengan bensol pada saat akan melakukan start juga dapat membantu melunakkan permuakaan ban agar lebih soft commpound.

Cara yang paling sering digunakan oleh para dragster adalah dengan melakukan burn out sesaat sebelum start agar permukaan ban lebih panas dan lebih lengket dengan aspal.

NINJA HARIAN


 Setingan Korek Harian Kawasaki Ninja

Indonesia Drag - Kuda pacu 2-tak masih jadi andalan di drag bike. Seperti Kawasaki Ninja milik tim Crimple Racing Jogja yang kerap menjadi jawara meski pengapian hanya menggunakan CDI motor lawas Suzuki RC 100.

Motor yang turun di kelas 155 cc rangka standar ini harus piawai dalam meracik dapur pacu. Memang di kelas ini banyak peminatnya karena termasuk kelas primadona dan moto juga bisa dipakai untuk harian.

Karena kapasitas mesinnya dibatasi hingga 155 cc Tris Wahyudi coba main aman, mengandalkan pistos standar biar mesin awet. Dia mengaku hanya mengganti kruk as memakai milik ninja 150 RR agar kompresi premiernya lebih padat.

Sesuai kebutuhan, buat menggali tenaga bawah, lubang buang tidak banyak dikerok. Hanya kena papas mata tunner 1 mm saja. " Cukup diporting halus karena masih pakai piston standar. Total lebar exhaust menjadi 40 mm ".

Untuk lobang transfer juga ikut kena gerus. Solusi agar bahan bakar lebih tokcer masuk ke ruang bakar. Sedangkan membran tetap mengacu pada regulasi yang mengharuskan rumah membran tidak boleh ada ubahan alias standar.

Untuk menaikan kompresi, dia fokus ke kepala silinder. Biar terdongkrak, head dipapras 1,3 mm dengan kemiringan squish dibentuk sekitar 15 derajat. Karena regulasi juga mengharuskan menggunakan karbu standar, sehingga Tris hanya memainkan spuyer. Main-jet pakai 160 sedangkan pilot jet dipasang 55.

CDI yang dipakai adalah CDI Suzuki RC non limiter. Selain harga yang murah, CDI tua ini umumnya masih asli buatan Jepang dan lebih awet.

Data Modifikasi:
Ban belakang : Eat My-Dust 60/80-17
Ban depan : Swallow 50/90-17
Velg : Excel Racing
Cakram Depan : Suzuki Shogun
Handel rem : Variasi

Jumat, 01 Februari 2013

HASIL DRAG BIKE PALEMBANG 26 JANUARI 2013

Yamaha F1ZR ’94 Jogjakarta BEST-TIME FANTASTIS 7,8 DETIK (201M)

Yamaha F1ZR ’94 Jogjakarta BEST-TIME FANTASTIS 7,8 DETIK (201M)


Bicara kelas-kelas dalam dunia dragbike alias balap karapan dipastikan makin variatif. Utamanya yang mengaplikasi mesin 4 langkah sesuai perkembangan jaman. Namun, jangan salah persepsi juga. Kategori 2 Tak tetap menarik dicermati. Maklum, ini kelas lawas yang populer lebih awal.  Termasuk lebih efisien sehubungan setting mesin sehingga akrab di telinga tuner. Salah satunya Bebek 2 Tak Tune Up s/d 115 cc. Disini bertarung kudabesi macam Yamaha F1ZR, RG Sport dan lain-lain.
“F1ZR ini pernah menorehkan best-time fantastis hingga 7,8 detik untuk jarak 201 meter, “bangga Nto-Nto, juragan tim Cream Pie Racing Jogjakarta mengandalkan dragster senior VP Mboted. Mencermati waktu tersebut dipastikan sebanding dengan Sport 2 Tak Tune Up s/d 140 cc ataupun Sport 4 Tak Tune Up s/d 200 cc. Secara logika, postur tubuh Bebek 2 Tak yang lebih kecil dan ringan sanggup melesat lebih cepat selama petarung dapat start dengan baik.

“Exhaust atau lubang buang menjadi perhatian awal. Saat ini dengan tinggi 23,8 mm, lebar 40 mm. Bentuknya seperti trapesium, “beber mekanik Kusmiyanto, gaul disapa Ciplex yang juga menaikkan lubang transfer 1,5 mm. Mengacu teori, semakin tinggi exhaust akan semakin baik di top-speed namun semakin mengorbankan RPM bawah. “Jadi rumusan  tersebut tadi begitu mumpuni untuk jarak 201 meter, “timpal VP Mboted yang berasal dari Sleman, Jogjakarta dan sebelumnya populer di balap liar seputar DIY-Jateng.

Cerita berlanjut. Perubahan ruang bakar tersebut tadi membutuhkan suplai gas aktif yang memadai. Ini mutlak hukumnya. “Melalui berbagai riset, lebih efisien pada karbu TM 34 mm. Pernah menggunakan yang 36 namun melempem di putaran bawah, “ungkap Ciplex yang mengadopsi spuyer 300 untuk main-jet dan 80 bagi pilot-jet. Bagaimanapun juga, ketika jalur bahan bakar dan udara sudah didesain dengan output volume yang lebih padat, maka dibutuhkan tekanan yang lebih tinggi.

Volume ruang bakar pada head-cylinder berada pada 12,8 cc, disamping itu blok silinder dipapas 0,9 mm dan cop sebesar 6 mm.  “Makin mantap, karbu tadi didukung pula membran V Force III dan pengapian all-in milik YZ 125. Akselerasi lebih responsif di berbagai tingkatan RPM mesin, “tambah Ciplex yang menggeser timing pengapian 18 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas). | | ogy

CUKUP ROMBAK RASIO I & II
Setelah melalui berbagai langkah ubahan tersebut diatas, selanjutnya ramuan perbandingan gigi rasio menjadi atensi. Ini perangkat penting penyalur tenaga sebelum menuju kinerja final-gear. Tentu saja, hal yang diharapkan menyangkut semburan power dapat berlaku optimal, sekaligus lebih gampang dijinakkan. So, dua konteks demikian memang tidak dapat dipisahkan. Power maksimal dibarengi handling yang lebih bersahabat.

“Setelah melalu berbagai ujicoba, cukup rasio I dan II yang diubah, “ujar Ciplex menerangkan secara garis besar, rasio I (14-28) dan II (17-27) dibuat lebih berat dari bawaan standar pabrik. Sampai disini jelas bertujuan untuk memudahkan joki saat momen start. Gejala liar tidak hadir.  Berdasar logika, lonjakan tenaga yang sangat drastis dijamin tidak sesuai dengan rasio asli. Urusan final-gear diplot pada 13-35 untuk lintasan sepanjang 201 meter. \

SPEK KOREKAN :
MEMBRAN : V Force III, RASIO : 14-28 (I) dan 17-27 (II), PENGAPIAN : Yamaha YZ 125, KNALPOT : Cream Pie Jogjakarta, FINAL GEAR : 13-35 (201 M)

Kamis, 31 Januari 2013

MACHINE S-1 ITN DRAG BIKE 2011

Sabtu, 28 Mei 2011

MACHINE S-1 ITN DRAG BIKE 2011


Himpunan Mahasiswa Mesin S-1 ITN Malang sukses menggelar MACHINE S-1 ITN DRAG BIKE 2011 untuk keempat kalinya. Drag Bike yang merupakan acara tahunan kali ini dilaksanakan di parkiran Stadion Luar Kanjuruhan Kepanjen pada hari Minggu, 15 Mei 2011.

drag_2011_1
Para Pembalap Yang Siap Melakukan Start
Acara kali ini berhasil diikuti sekitar 390 starter dari bebagai kota dan ditonton ribuan orang pengunjung. Padahal sehari sebelumnya ada acara serupa berupa drag bike yang dilaksanakan di Bojonegoro-Jawa Timur pada malam hari dan juga pada hari yang sama digelar acara serupa di Kudus-Jawa Tengah.
drag_2011_2
Antusiasme Penonton Yang Sangat Luar Biasa Untuk Menyaksikan Acara Drag Bike
drag_2011_3
Motor-Motor Drag Yang Sudah Siap Berkompetisi Pada Acara Drag Bike Ini
“Acara Drag Bike ini sudah menjadi semacam tradisi turun-temurun dari para anggota Himpunan Mahasiswa Mesin S-1 ITN Malang sebelumnya. Kebetulan periode ini adalah ytang keempat. Dua event sebelumnya dilaksanakan di Gadang dan dua di parkiran Stadion Luar Kanjuruhan Kepanjen,” ungkap Ketua Pelaksana.
Sebelum dilangsungkan di Kanjuruhan, acara Drag Bike ini berlangsung di by pass Gadang. Namun karena terminal Gadang sudah dipindah dan jalan tersebut menjadi akses utama angkutan umum ke terminal, maka ijin dari dinas perhubungan dan pihak kepolisian pun agak sulit didapat.
drag_2011_4
Pembalap - Crew Saat di Paddock Dan Sponsor-Sponsor Yang ikut Mendukung Acara Ini
“Lagi pula dibanding saat penyelenggaraan di Gadang, para pembalap mengaku lebih suka di Kanjuruhan. Rata-rata mereka menilai kualitas aspal dan lintasan, lebih layak di Kanjuruhan daripada di Gadang. Komentar tersebut kami dapatkan dari pembalap sendiri., usai menggelar drag pertama kali di Parkiran Stadion Kanjuruhan. Karenanya, kami pun sepakat untuk menggelar acara kali ini di tempat yang sama, yaitu Kanjuruhan,” kata salah satu panitia.
drag_2011_5
Penyerahan Salah Satu Tropy Juara Oleh Perwakilan HMM S-1 ITN Malang
Hasil Kejuaraan Machine S-1 ITN Drag Bike 2011

hasil_drag_2011_1
hasil_drag_2011_2